Daerah  

Dugaan Penyimpangan Dana PUAP Gapoktan Wungu Terungkap, Pengurus Baru Minta Pengembalian Data dan Aset

Madiun,Jatimtopnews_ Dugaan penyimpangan pengelolaan dana Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun 2012 di lingkungan Gapoktan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mulai terungkap setelah dilakukan mediasi antara LSM GMAS , Pengurus Gapoktan lama dan Gapoktan baru, pihak kelurahan, dan Kecamatan Wungu serta perwakilan dari dinas pertanian dan babinkamtibmas

Dana PUAP yang semula sebesar Rp100 juta sejak tahun 2012 disebut berkembang menjadi sekitar Rp179 juta. Namun, perjalanan pengelolaan dana tersebut diduga mengalami berbagai persoalan hingga akhirnya aktivitas perguliran dana terhenti.Berdasar laporan masyarakat wungu kepada LSM GMAS Kabupaten Madiun maka dilakukan beberapa langkah penyelesaian diantaranya dilakukan mediasi.

” kami mendorong kelurahan wungu,kecamatan wungu bersama gapoktan untuk duduk bersama mencari penyelesaian” ungkap Ahmad Saifudin

Dari hasil mediasi bersama kelurahan dan kecamatan, terungkap adanya penggunaan dana oleh sejumlah oknum pengurus. Ketua Gapoktan lama Prayitno disebut menggunakan dana sebesar Rp65 juta. Sementara Ketua LKM 1 Rian estyana yang juga merupakan anak dari ketua Gapoktan menggunakan dana Rp30 juta,sedang ketua LKM dusun cemer Istamar disebut menggunakan dana sekitar Rp4 juta, sedangkan dana yang masih beredar dipinjam anggota tercatat sekitar Rp12 juta.

” dari hasil mediasi terungkap,dana dipakai ketua senilai 65 juta,ketua LKM 1 Rp.30 juta, ketua lkm dusun cemer,istamar senilai Rp.4 juta dan 12 juta beredar di anggota” tutur Ahmad saifudin

Ahmad Saifudin selaku ketua LSM GMAS kab Madiun menambahkan, Bahwa tidak hanya persoalan dana, aset bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi sorotan. Dari catatan yang ada, Gapoktan sebelumnya memiliki dua unit bajak dan satu unit mesin jagung. Namun saat ini, aset yang tersisa hanya satu unit bajak, sementara keberadaan aset lainnya belum diketahui secara jelas.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan para anggota Gapoktan dan tokoh masyarakat setempat. Untuk menyelamatkan keberlangsungan organisasi dan mengembalikan kepercayaan anggota, akhirnya dilakukan pemilihan ketua Gapoktan baru.

Dalam pemilihan tersebut, Margono terpilih sebagai Ketua Gapoktan yang baru.

Usai terpilih, Margono meminta agar seluruh data peminjam, administrasi keuangan, serta aset Gapoktan segera dikembalikan dan ditertibkan sebelum dilakukan serah terima jabatan secara resmi.

” saya di amanahi sebagai ketua gapoktan wungu, namun sebelum semua aset dan administrasi ada,saya keberatan untuk dilangsungkan serah terima jabatan” ungkapnya

Menurut Margono, langkah tersebut penting agar pengurus baru dapat mengetahui kondisi riil keuangan dan aset organisasi sehingga proses pembenahan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Kami berharap semua pihak kooperatif, termasuk pengurus lama, agar data dan aset bisa dikembalikan ke posisi awal sehingga proses serah terima berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

Pihak kecamatan dan kelurahan diharapkan turut melakukan pendampingan agar penyelesaian persoalan ini dapat berjalan secara musyawarah serta tetap mengedepankan kepentingan para petani anggota Gapoktan di wilayah Wungu.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top