JatimTopnews _ Upaya memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Wungu dengan menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan peningkatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Selasa (7/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Lembah Wilis, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hary Wuryanto, bersama jajaran Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan perangkat desa se-Kecamatan Wungu.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat Kabupaten Madiun merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia menilai, peran FKUB sangat strategis dalam merawat toleransi dan mencegah potensi konflik sosial.
“Kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. FKUB harus menjadi garda terdepan dalam menjaga komunikasi dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Hary Wuryanto.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan kondusif akan berdampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi.
“Kalau masyarakat rukun, pembangunan akan berjalan lancar. Tidak ada gesekan, tidak ada konflik, sehingga energi kita bisa difokuskan untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan dari unsur tokoh masyarakat Kecamatan Wungu menyambut baik pelaksanaan bimtek tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kerukunan di tingkat lokal.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama di tingkat desa. Kami jadi lebih memahami bagaimana menjaga komunikasi antar umat beragama agar tetap harmonis,” ungkapnya.
Bimtek FKUB ini mengusung tema “Menciptakan Kerukunan Umat Beragama Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmonisasi”. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman terkait strategi membangun toleransi serta penyelesaian potensi konflik secara persuasif.
Selain menjadi forum penguatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antar tokoh lintas agama dan unsur pemerintahan. Diharapkan, sinergi yang terjalin mampu menjaga stabilitas sosial di wilayah Kabupaten Madiun.
Sebagai penutup, Ketua FKUB Kabupaten Madiun, Muharromaini, menyampaikan bahwa kerukunan merupakan prioritas utama di tengah keberagaman.
“Perbedaan adalah hal yang biasa. Mari kita jaga kerukunan demi menyukseskan visi dan misi Kabupaten Madiun bersih, sehat, dan sejahtera (Bersahaja),” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Madiun atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“FKUB Kabupaten Madiun berlandaskan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. NKRI harga mati,” pungkasnya.(red)











